Cakrawala9.com, MAMUJU — Dusun Salupompong Desa Kabuloang, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat menghadapi ancaman serius akibat dari Abrasi Pantai yang kian hari semakin parah.
Kondisi tersebut membuat warga resah akan abrasi yang semakin hari mengikis daratan perkampungan.
“Abrasi akan menghancurkan kampung kami,” kata Hendrik warga Dusun Salupompong. Minggu (5/4/2026).
- Baca Juga : Efek Kemarau, Warga Mamuju Tengah Beli Air Bersih Sambut Momen Lebaran
- Baca Juga : Polresta Mamuju Ungkap Praktik Penimbunan dan Penjualan Tabung LPG 3 Kg Tanpa Ijin
Dengan adanya ancaman abrasi tersebut, diharapkan penanganan dari pihak Pemerintah baik daerah maupun pusat.
“kami berharap penuh pada pihak Kepala Balai Wilayah Sungai Provinsi Sulawesi Barat sebagai perwakilan dari pemerintah pusat dan Daerah, tolong kami ini adalah tanah kelahiran kami jika abrasi di pantai kami tidak segera ditangani oleh pemerintah, mungkin beberapa tahun kedepan kami harus meninggalkan kampung kami dan kami tidak tau harus pindah kemana lagi untuk bermukim,” ungkap Hendrik dengan nada penuh harap.

Jarak bibir pantai semakin mendekati bangunan warga. Kini, rumah dengan bibir pantai berjarak kurang lebih 10 meter.
“Habis, Habis kita ini. Kalau pemerintah tidak memperhatikan kita, habis kita ini masyarakat. Tidak lama jadi danau. Tinggal sepuluh meter lagi,” ungkap warga kepada redaksi.
“Selalu dijanji dijanji sama pemerintah akan ada sambungan tapi mana sampai sekarang belum ada,” pungkasnya.



















