Cakrawala9.com, MAJENE — Esensi kepemimpinan sekolah bukan sekadar tentang perintah struktural, melainkan tentang ketulusan hati dalam merawat ekosistem pendidikan.
Hal inilah yang mendasari dedikasi Kepala Sekolah SD Negeri No. 04 Pamboang, Rahmania dalam menjalankan tugasnya.
Dengan mengintegrasikan nilai luhur Mandar—Sipakalabbi (saling menghormati), Siasayangi (saling menyayangi), dan Sibaliparriq (gotong royong) — ia berhasil mengubah lingkungan sekolah menjadi sebuah rumah tangga yang hangat dan penuh prestasi.
Baca Juga:
Sebagai seorang nahkoda, Rahmania melekat pada enam peran sentral: edukator yang membimbing guru dan siswa, manajer yang bijak mengelola sumber daya, administrator yang tertib mengatur dokumen, supervisor yang objektif mengawasi kinerja, pemimpin yang mengarahkan visi besar, serta motivator yang selalu mengobarkan semangat belajar.
Baginya, keenam peran ini tidak akan berjalan optimal tanpa adanya ikatan emosional yang kuat antarseluruh warga sekolah.
“Sebagai kepala sekolah, kita harus bekerja sebagai sebuah tim. Layaknya sebuah rumah, kami di sini bertindak sebagai bapak dan ibu, sementara para guru dan siswa adalah anak dan cucu kami,” ujar Rahmania saat ditemui pada Sabtu. (6/6/2026)
Ia menambahkan bahwa rasa kepedulian dan cinta kasih dari orang tua akan melahirkan dukungan dan rasa sayang yang tulus dari anak-anaknya.
Prinsip kekeluargaan ini dinilai menjadi kunci utama untuk mendongkrak kualitas pendidikan yang lebih baik dan terarah. Terlebih, Pamboang memikul tanggung jawab besar sebagai salah satu pilar utama Majene yang dikenal luas sebagai kota pendidikan di Sulawesi Barat.
Melalui harmoni Sipakalabbi, Siasayangi, dan Sibaliparriq, SDN No. 04 Pamboang berkomitmen menjadi teladan dalam mencetak generasi masa depan yang cerdas intelektualnya dan mulia akhlaknya.



















