Example 728x250

Lingkar Literasi Intensif: Konferda GMNI Sulbar Momentum Persatuan Kader

"Konferensi Daerah GMNI Sulawesi Barat menjari ruang konsolidasi dan penguatan ideologis bagi kader untuk terus adaptif, kritis dan memenangkan zaman," kata Sekretaris Umum Lingkar Literasi Intensif (LINTAS), Wahyu Santoso.

MAMUJU – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Sulawesi Barat menggelar Konferensi Daerah (Konferda) Persatuan sebagai langkah konsolidasi untuk mengakhiri dinamika perpecahan kader di tingkat daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Mamuju ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kembali soliditas organisasi mahasiswa, sekaligus menata ulang arah gerakan agar lebih adaptif dan progresif.

Konferda Persatuan tersebut mengusung tema “Vis Unita Fortior, GMNI Sulbar Adaptif & Memenangkan Zaman” yang menekankan pentingnya persatuan sebagai kekuatan utama dalam menghadapi tantangan organisasi dan menjawab dinamika zaman.

Di tengah dinamika organisasi yang berkembang, forum ini menjadi ruang rekonsiliasi yang mempertemukan berbagai elemen kader untuk menyatukan visi perjuangan.

Sekretaris Umum Lingkar Literasi Intensif (LINTAS), Wahyu Santoso, turut menginterpretasikan tema tersebut sebagai penegasan bahwa kekuatan sejati organisasi terletak pada persatuan kader.

“Di tengah dinamika organisasi, persatuan kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia di Sulawesi Barat menjadi bukti bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama dalam perjuangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, interpretasi makna Vis Unita Fortior mencerminkan bahwa rekonsiliasi internal bukan sekadar penyatuan formal, tetapi menjadi strategi kolektif untuk memperkuat peran GMNI dalam menjawab tantangan zaman.

Selain sebagai forum pemilihan kepemimpinan, Konferda ini juga membahas penguatan ideologi, penataan struktur organisasi, serta strategi peningkatan peran mahasiswa dalam pembangunan daerah.

“Semoga KONFERDA ini menjadi momentum mempererat solidaritas, menyatukan langkah, serta melahirkan kepemimpinan yang berintegritas dan progresif,” tambah Wahyu.

Sejumlah kader dan simpatisan GMNI Sulawesi Barat turut menyambut positif pelaksanaan Konferda Persatuan ini, yang dinilai sebagai langkah penting untuk mengakhiri fragmentasi organisasi dan mengembalikan fokus perjuangan pada kepentingan rakyat.

Dengan mengusung semangat persatuan, kegiatan ini diharapkan mampu mengakhiri fragmentasi internal serta mendorong GMNI Sulawesi Barat tampil lebih solid dalam merespons isu-isu sosial dan kebangsaan di daerah.

Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *