Example 728x250

NGO Merdeka Manakarra Kecam Teror Air Keras Ke Aktivis KontraS, Andika : Tangkap Aktor Intelektualnya

Foto : Juru Bicara (Jubir) ALARM, Andika (ist)

MAMUJUAksi teror yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) memicu gelombang kemarahan dan kecaman dari berbagai elemen sipil di daerah.

Salah satunya, NGO Merdeka Manakarra Sulawesi Barat secara tegas mengutuk penyiraman air keras tersebut dan menyebutnya sebagai lonceng kematian bagi demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia.

Baca Juga :

Pembangunan Tower Telkom di Binanga Mamuju Diwarnai Penolakan

Imigrasi Mamuju di Sorot Soal Deportasi Warga Negara Asing bernama Mr. Liu

Aktivis NGO Merdeka Manakarra, Andika Putra, menegaskan bahwa serangan fisik terhadap pejuang HAM tidak bisa ditoleransi dengan alasan apa pun. Menurutnya, pola kekerasan seperti ini merupakan upaya sistematis untuk membungkam suara kritis yang selama ini vokal menyuarakan keadilan.

“Ini bukan kriminalitas biasa, ini adalah teror nyata terhadap gerakan sipil,Kami mengutuk keras tindakan pengecut ini. Penyiraman air keras adalah bentuk intimidasi jahat yang bertujuan menciptakan ketakutan di kalangan aktivis,” ujar Andika Putra dalam keterangan persnya, Sabtu, (14/03/2026).

Andika mendesak Kapolri untuk segera menginstruksikan jajarannya bergerak cepat. Ia menekankan bahwa kredibilitas Polri sedang dipertaruhkan dalam kasus ini. Jika dibiarkan berlarut-larut, maka negara dianggap gagal memberikan perlindungan bagi masyarakat sipil yang berjuang demi kemanusiaan.

“Kami mendesak Polri segera menangkap pelaku di lapangan. Tapi ingat, jangan berhenti di eksekutor saja.Ungkap siapa aktor intelektual di balik layar yang mendanai dan merencanakan aksi keji ini. Jangan sampai kasus ini menguap seperti kasus-kasus kekerasan aktivis sebelumnya,” tega Andika.

Baca Juga :

Aroma Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan, LSM Merdeka Sulbar Desak APH Usut Tuntas

Lebih lanjut, Andika menyatakan bahwa NGO Merdeka Manakarra bersama koalisi masyarakat sipil di Sulawesi Barat akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia memperingatkan bahwa satu aktivis dilukai, maka ribuan aktivis lainnya akan tetap bersuara lebih lantang.

“Negara tidak boleh kalah oleh premanisme dan aktor-aktor gelap yang antikritik. Jika Polri melempem, maka jangan salahakan masyarakat jika membangun mosi tidak percaya terhadap penegakan hukum di negeri ini. Tangkap dalangnya sekarang juga” tutup Andika.

Editor: bahri

Example 728x250
Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250