MAJENE — Kondisi infrastruktur jalan rusak berlubang di jalur Trans Sulawesi yang berada di bawah pintu Gerbang Kota Majene tepatnya di Lingkungan Rangas Barat, Kelurahan Rangas, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene dikeluhkan warga.
Pasalnya, jalan rusak berlubang tersebut di nilai membahayakan bagi pengendara khususnya kendaraan bermotor roda 2.
Baca Juga : Kontraktor Proyek Jalan Karossa hingga Topoyo PT Ekspra – PT Nursyam KSO, Nilai Anggaran Rp 171 Miliar Lebih
Baca Juga : RDPU di Komisi III DPRD Sulbar Soal Proyek Jaringan Irigasi tahap III di Kalukku
Kerusakan jalan yang terletak di bagian kiri dan kanan pada saat malam hari sangat sulit di deteksi. Hal itu juga berlaku saat siang hari, sulit terlihat jelas oleh pengendara dari kejauhan sebab di waktu tertentu posisi lubang terlindung dari bayangan konstruksi gerbang kota Majene.
“Hampir setiap hari ada saja yang jadi korban. Lubangnya memang tidak terlihat jelas kalau kita tidak waspada, tahu-tahu ban sudah masuk dan motor melayang. Ini jalan nasional, tanggung jawabnya ada di orang Balai Jalan area Majene. Jangan tunggu ada korban jiwa baru mereka sibuk menambal,” ungkap salah satu warga yang sering berada di area gerbang kota kepada media belum lama ini. Senin (20/4/2026).
Kondisi jalan yang mengalami kerusakan tersebut telah berlangsung cukup lama, namun belum mendapat perhatian dari pihak terkait.
Dinilai, ketidakhadiran tim pemeliharaan di lapangan dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap keselamatan publik di jalur Nasional. Lokasi ini merupakan bagian dari jalur vital Trans Sulawesi.
Untuk itu, masyarakat dan pengguna jalan mendesak agar pihak terkait segera bertindak untuk melakukan penambalan. Serta pemasangan rambu peringatan di sekitar lokasi jalan yang mengalami kerusakan agar pengendara dapat mengurangi kecepatan. Juga diminta, evaluasi menyeluruh terhadap kualitas aspal di area gerbang kota yang sering mengalami kerusakan berulang.
Diketahui, jalan Trans Sulawesi merupakan kewenangan pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sulawesi Barat.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi meminta tanggapan ke Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Sulawesi Barat dan pihak terkait masih dilakukan.














