MAJENE — Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Sulawesi Barat telah melakukan penanganan sementara terhadap jalan rusak berlubang di sekitar gerbang kota Majene, Provinsi Sulawesi Barat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Sulawesi Barat, Ismail Rahim saat dikonfirmasi di kantornya. Jl. Jend Gatot Subroto, Simboro, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Senin (04/05/2026).
Ia menegaskan bahwa seluruh kerusakan jalan akan tetap ditangani baik secara penanganan rutin jalan maupun rehabilitasi minor.
Baca Juga : Jalan Rusak Di Gerbang Kota Majene Dikeluhkan, BPJN Sulbar Diminta Bertindak
Lebih lanjut, pihak Satker PJN 1 Sulawesi Barat telah melakukan penanganan tersebut beberapa hari lalu, tepatnya di hari Sabtu tanggal 02 Mei 2026.
“…Memang ada satu titik itu dibawa gerbang Majene agak kebahu jalan, itu sudah kita tangani dulu untuk sementara, hari sabtu kayaknya,” kata Ismail Rahim.
“Itu penanganan sementara karena tetap akan dilakukan penanganan permanen dgn cara mengganti lapis pondasi atas terus ditutup aspal, penanganan rutin jalan namanya,” lanjutnya.
Kasatker PJN 1 Sulawesi Barat, Ismail Rahim menyampaikan bahwa pihaknya saat ini melaksanakan penanganan rutin jalan ruas Mamuju – Majene sepanjang 100 km dengan bertahap.
“Terkait penanganan rutin ini, sepanjang 100 km ini bertahap, penanganannya mulai dari arah Mamuju mundur ke Majene, makanya dilakukan penanganan sementara sampai tim penanganan rutin sampai pada titik tersebut baru kita tangani secara permanen. Tapi InsyaAllah kalau anggotanya (pelaksana; red) lebih cepat bekerja (arah Majene; red) itu (jalan rusak di gerbang kota Majene; red) akan segera ditangani kembali,” pangkasnya.
Baca Juga : Kontraktor Proyek Jalan Salugatta Mateng Pengembalian, Dibayarkan Sesuai Mutu Beton
Sebelumnya diberitakan, Kondisi infrastruktur jalan rusak berlubang di jalur Trans Sulawesi yang berada di bawah pintu Gerbang Kota Majene tepatnya di Lingkungan Rangas Barat, Kelurahan Rangas, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene dikeluhkan warga.
Pasalnya, jalan rusak berlubang tersebut di nilai membahayakan bagi pengendara khususnya kendaraan bermotor roda 2.
Kondisi jalan yang mengalami kerusakan tersebut telah berlangsung cukup lama, namun belum mendapat perhatian dari pihak terkait.
Dinilai, ketidakhadiran tim pemeliharaan di lapangan dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap keselamatan publik di jalur Nasional. Lokasi ini merupakan bagian dari jalur vital Trans Sulawesi.
Untuk itu, masyarakat dan pengguna jalan mendesak agar pihak terkait segera bertindak untuk melakukan penambalan. Serta pemasangan rambu peringatan di sekitar lokasi jalan yang mengalami kerusakan agar pengendara dapat mengurangi kecepatan. Juga diminta, evaluasi menyeluruh terhadap kualitas aspal di area gerbang kota yang sering mengalami kerusakan berulang.
















Alhamdulillah jika sudah dilakukan perbaikan