MAJENE — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Majene terus memacu penurunan angka stunting melalui penguatan kapasitas lini lapangan.
Bertempat di Aula SMK Negeri 5 Majene, Kamis (7/5), DPPKB melaksanakan agenda Monitoring dan Pembinaan Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebagai langkah strategis akselerasi Program Gerakan Penuntasan Stunting (GENTING).
Baca Juga : Refleksi Milad IBI ke-75 dalam Bingkai Pengabdian Kesehatan di Majene
Baca Juga : Wujudkan Generasi Bugar: Aksi Enerjik Muhammad Muhaimin Bisa Siawa SDN 17 Camba Lewat Latihan Fisik Terukur
Dalam arahan pihak DPPKB Majene ditekankan bahwa keberhasilan penanganan stunting di Kabupaten Majene sangat bergantung pada soliditas kerja sama berbagai pihak. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, sektor swasta, dan elemen masyarakat adalah “ruh” utama yang menggerakkan keberhasilan program ini di lapangan.
“Kader TPK bukan sekadar pendamping administratif. Mereka adalah jembatan informasi sekaligus penyedia solusi nyata bagi keluarga yang masuk kategori berisiko stunting,” kata pihak DPPKB Majene dalam keterangannya melalu Humas Mejene.

Selain memberikan pembinaan teknis, kegiatan ini juga berfungsi sebagai instrumen evaluasi untuk memastikan Program GENTING berjalan sesuai koridor dan tepat sasaran. Pengawasan ketat akan terus dilakukan guna menjamin setiap intervensi memberikan dampak signifikan.
“Kami memastikan Program GENTING akan terus dipantau agar tepat sasaran. Pendampingan yang maksimal adalah harga mati untuk memastikan tidak ada satu pun keluarga di Majene yang tertinggal dalam mendapatkan bantuan maupun edukasi kesehatan,” tambahnya.
Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan para kader TPK memiliki bekal yang lebih kuat dalam melakukan deteksi dini, edukasi, dan fasilitasi bantuan, sehingga target Majene bebas stunting dapat segera terwujud.















