Cakrawala9.com, PASANGKAYU — Mahasiswa KKN Tematik Literasi Angkatan VI di Desa Sarjo, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, mulai menjalankan rangkaian program kerja melalui seminar pembukaan program di Desa Sarjo.
Program yang diusung mahasiswa tidak hanya berfokus pada penguatan kemampuan baca-tulis, tetapi juga menyasar literasi digital masyarakat. Hal tersebut dinilai penting mengingat masih terbatasnya bahan bacaan bagi anak-anak serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital di tengah masyarakat.
Koordinator Desa (Kordes) KKN Tematik Literasi Desa Sarjo Universitas Muhammadiyah Mamuju (UNIMAJU), Muhammad Guntur Dwi Putra, mengatakan program pertama yang akan dijalankan setelah seminar pembukaan adalah menyasar lingkungan sekolah dasar.
“Kami akan masuk ke sekolah SD untuk memperkenalkan program tematik literasi dan membuat pojok baca dengan tema ‘Sarjo Membaca’,” kata Guntur.
Ia menjelaskan, terdapat lima program yang menjadi prioritas mahasiswa KKN. Program tersebut berfokus pada penguatan literasi, di antaranya kegiatan membaca nyaring, penguatan tempat pengajian Al-Qur’an atau TPQ, serta pengenalan ekonomi digital melalui pemanfaatan QRIS.
“Ada lima program yang menjadi prioritas, tentunya tentang literasi. Di dalamnya ada membaca nyaring, tempat pengajian Al-Qur’an atau TPQ, dan sosialisasi program ekonomi digital menggunakan QRIS, dan masih banyak lagi,” ujarnya.
Menurut Guntur, keberlanjutan program menjadi salah satu perhatian mahasiswa KKN. Ia berharap pengetahuan dan pemanfaatan teknologi digital yang diperkenalkan selama KKN tetap dapat diterapkan masyarakat setelah mahasiswa meninggalkan Desa Sarjo.
“Target kami, sistem digital tetap berjalan di sini. Karena masih minim yang tahu, salah satunya pembayaran menggunakan QRIS. Kami juga ingin masyarakat bisa mempromosikan barang melalui media sosial agar dikenal lebih luas, tidak hanya di daerah sini,” katanya.
Kepala Desa Sarjo, Suhardi, S.Sos., menilai tema KKN tentang literasi relevan dengan kondisi masyarakat Desa Sarjo. Menurutnya, keterbatasan bahan bacaan bagi anak-anak menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian.
“Menurut saya, tema KKN tentang literasi ini sangat bagus dan relevan dengan kondisi di Desa Sarjo. Anak-anak di sini masih minim bahan bacaan, sehingga kami berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat membantu meningkatkan minat dan budaya membaca,” ujar Suhardi.
Ia mengatakan penguatan literasi tidak seharusnya berhenti pada kemampuan membaca dan menulis. Literasi digital juga dinilai penting karena sebagian masyarakat masih membutuhkan pemahaman mengenai cara memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif.
“Tidak hanya literasi baca-tulis, tetapi juga literasi digital, karena sebagian masyarakat kita masih minim pemahaman dalam memanfaatkan teknologi digital secara bijak dan produktif,” katanya.
Suhardi berharap kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya menghasilkan kegiatan selama berada di desa, tetapi juga meninggalkan kebiasaan positif yang dapat dilanjutkan masyarakat.
“Kami berharap program ini tidak berhenti selama mahasiswa KKN berada di desa, tetapi bisa memberikan dampak dan kebiasaan positif yang terus berlanjut di masyarakat,” ujarnya.
Dengan demikian, program KKN Tematik Literasi di Desa Sarjo diarahkan bukan sekadar menghadirkan kegiatan baru, melainkan membangun kebiasaan membaca sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital yang dapat terus digunakan masyarakat setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.

















