Cakrawala9.com, Majene — Pemerintah Kabupaten Majene terus berkomitmen mewujudkan kebersihan lingkungan melalui program inovatif “Majene Mapaccing” (Majene Bersih).
Bertepatan dengan penerapan sistem kerja Work From Home (WFH), instansi pemerintah berkolaborasi menggelar aksi kerja bakti massal bertajuk “Kamis Bersih” di seluruh area Kompleks Sekretariat Daerah dan lingkungan sekitarnya. Kamis (21/5/2026).
Penerapan WFH tidak menjadi alasan untuk mengendorkan produktivitas. Sebaliknya, momentum ini dimanfaatkan secara efisien oleh aparatur sipil negara (ASN) untuk bergotong-royong sebelum jam pelayanan publik dimulai.
- Baca Juga: Satpol PP Majene Tegakkan Perda, Kedepankan Nilai Sosial Budaya
- Baca Juga: Warga Keluhkan Lampu Jalan Padam di Kawasan Strategis depan Kantor Camat Banggae Majene
Kegiatan kebersamaan ini berfokus pada empat agenda utama, yakni pertama pembersihan lingkungan kantor dengan menyapu halaman, membersihkan kaca, dan merapikan ruang kerja secara mandiri. Kedua, normalisasi saluran air dengan membersihkan selokan di area kompleks perkantoran dan lingkungan masyarakat sekitar kantor bupati guna mencegah penyumbatan. Ketiga, penataan taman dengan memangkas pohon, merapikan rumput liar, serta mengecat ulang fasilitas taman di area publik. Dan keempat, pemberantasan sarang nyamuk dengan menguras genangan air dan membuang barang bekas untuk mencegah penyebaran penyakit.

Saat ditemui oleh tim media, Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Majene, Hifni Zakariya, menegaskan bahwa gerakan ini melampaui aspek regulasi formal.
“Ini bukan hanya sekadar aturan tertulis, melainkan tanggung jawab kita bersama untuk menjaga lingkungan kerja. Dengan terciptanya lingkungan yang sehat, pikiran kita juga pasti akan ikut sehat dalam melayani masyarakat,” ujar Hifni Zakariya.
Hal senada diungkapkan oleh Abdul Wahid selaku koordinator lapangan aksi bersih-bersih ini. Ia mengapresiasi tingginya partisipasi dan kekompakan para pegawai.
“Hari ini kita bersama-sama turun langsung membersihkan seluruh area kantor. Semangat kebersamaan dengan rekan-rekan dari Sekretariat Daerah menunjukkan komitmen kuat kita untuk menyukseskan program Majene Mapaccing,” pungkas Abdul Wahid.
Aksi kolaboratif ini membuktikan bahwa efisiensi WFH dapat dipadukan secara harmonis dengan aksi sosial nyata, sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat luas dalam menjaga kelestarian lingkungan.
















Jadi teringat program di Mamuju dulu