MAJENE — Menanggapi atensi serius dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait pelaporan pengendalian inflasi, Pemerintah Kabupaten Majene langsung mengambil langkah konkret.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Majene menjadwalkan rapat monitoring dan evaluasi (Monev) besar-besaran untuk memastikan stabilitas harga pangan dan pemenuhan pelaporan tahun 2026.
Langkah ini diambil menyusul terbitnya Surat Kemendagri Nomor: 500.2.5/2130/IJ tertanggal 29 April 2026. Dalam surat tersebut, Majene menjadi salah satu dari 321 daerah yang mendapat perhatian khusus untuk segera melaporkan pelaksanaan 9 indikator upaya pengendalian inflasi, terutama 6 upaya konkrit yang menjadi prioritas nasional.
Rapat strategis ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 8 Mei 2026, bertempat di Ruang Rapat Wakil Bupati Majene. Pertemuan ini akan menghadirkan para pemangku kebijakan kunci, mulai dari Wakil Bupati Majene, Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, hingga seluruh jajaran TPID Kabupaten Majene.
“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan bahwa seluruh instrumen pengendalian inflasi di Majene bekerja secara maksimal. Kami tidak hanya fokus pada pelaporan administratif, tetapi memastikan kehadiran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat,” ujar perwakilan TPID Majene.
Fokus utama rapat kali ini adalah melakukan verifikasi data dan dokumentasi terhadap 9 Indikator Utama Pengendalian Inflasi, di antaranya:
1. Sidak Pasar & Distributor: Memastikan tidak ada penimbunan barang.
2. Operasi Pasar Murah (GPM): Menjaga keterjangkauan harga bagi warga.
3. Kerjasama Antar Daerah: Koordinasi dengan daerah penghasil komoditi.
4. Pencairan BTT: Realisasi Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk intervensi harga.
5. Gerakan Tanam Pangan: Mendorong kemandirian pangan di tingkat lokal.
Melalui rapat evaluasi ini, Pemkab Majene optimis dapat segera memenuhi standar pelaporan Kemendagri sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor guna menjaga stok kebutuhan pokok tetap aman dan harga tetap stabil di pasar-pasar tradisional se-Kabupaten Majene.
















