Cakrawala9.com, Mamuju – Ketua Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Cabang Mamuju, Wahyullah menyoroti dugaan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
“Informasi dugaan pelangsiran besar – besaran BBM Jenis Pertalite dengan menggunakan kendaraan roda empat dan jerigen yang dilakukan di atas jam 12 malam sampai dengan jam 5 subuh pada SPBU Tadui ini kami dapatkan dari aduan masyarakat,” kata Wahyullah kepada awak media. Rabu (12/11/2025).
Berdasarkan aduan tersebut, Permahi Mamuju menduga terdapat indikasi adanya permainan pihak SPBU Bersubsidi pada BBM jenis pertalite dalam jumlah besar. Temuan dugaan pelangsiran BBM pertalite di duga terjadi di SPBU yang berada dalam wilayah Tadui.
“Saya selaku ketua permahi cabang mamuju menduga adanya indikasi permainan curang yang telah terjadi di SPBU Tadui atas info masyarakat. ,” ucap Wahyullah.
“Hal ini akan kami pertanyakan dan akan kami laporkan ke pihak yang berwajib jika terbukti pihak SPBU melakukan kecurangan. Kami juga akan suarakan ke DPRD Kab Mamuju dengan menunjukkan sebuah bukti video dan foto yang telah kami dapatkan, terkait persoalan ini.” tambahnya.
Ketua Permahi Mamuju menerangkan dalam kasus ini perlu diketahui bersama bahwa berdasarkan aturan resmi dari Pertamina, pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite menggunakan jerigen pada dasarnya dilarang di seluruh SPBU. Larangan ini diberlakukan karena Pertalite merupakan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP), yang pendistribusiannya diatur untuk disalurkan langsung kepada pengguna akhir (kendaraan), bukan untuk dijual kembali (pengecer).
“Aturan ini mengacu pada Surat Edaran Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2017 dan juga berkaitan dengan aspek keselamatan, keamanan, dan lingkungan (Health, Safety, Security, Environment/HSSE), terutama jika menggunakan jerigen plastik yang berisiko memicu kebakaran akibat listrik statis,” terang Wahyu.
Sebagai sikap DPC Permahi Cabang Mamuju, Wahyullah menegaskan akan melakukan pengawalan serta menggelar aksi demonstrasi.
Wahyu menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan aksi besar besaran di beberapa titik terutama di SPBU Tadui untuk membuat terang dugaan persoalan ini.
Untuk diketahui, SPBU Tadui dengan nomor 74 915 14 berada di wilayah Jl Mamuju – Kalukku, Tadui, Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.
Menerima informasi tersebut, hingga berita ini terbit upaya konfirmasi dilakukan, awak media mencoba untuk menghubungi pihak SPBU melalui Via Whatsapp sebagai upaya konfirmasi, namun tidak mendapatkan respon dari pihak SPBU. Tak berhenti disitu, jurnalis mendatangi SPBU tersebut dengan maksud yang sama, namun tidak ditemukan satupun pihak yang dapat menjelaskan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut.
(Berita akan di verifikasi lebih lanjut)















