Cakrawala9.com, MAMASA — Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Terpadu (IT) Bahagia Buahati Sulawesi Barat mendapat dukungan luas dari berbagai tokoh pendidikan, agama, dan masyarakat serta penggiat media sosial setempat dalam upaya penguatan program pendidikan karakter dan akademiknya.
Dukungan tersebut disampaikan saat acara silaturahmi dan launching program unggulan sekolah yang digelar di aula SMP IT Bahagia Buahati, Jumat 29 mei 2026.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh, di antaranya perwakilan Dinas Pendidikan Mamasa (Korwil Diknas Mambi), serta praktisi pendidikan dari Universitas PEPABRI Makassar.
Baca Juga:
- SMP Islam Terpadu Bahagia Buahati Sulbar di Mamasa Buka Penerimaan Peserta Didik Baru hingga Juni; Berikut Cara Daftar & Syaratnya
- 10 Pelajar Berprestasi Dapat SIM Gratis dari Kapolresta Mamuju
Ketua Yayasan Bahagia Buahati Sulbar, Abdul Basid.,SH, SE, MM menyampaikan bahwa dukungan para tokoh menjadi motivasi besar bagi sekolah yang baru beroperasi dalam tahun ini.
“Kami ingin SMP IT Bahagia Buahati Sulbar menjadi sekolah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tapi juga kuat dalam akhlak dan kepemimpinan. Alhamdulillah, para tokoh yang hadir menyatakan siap mendampingi dan menjadi pembina program kami,” ujarnya.
Ketua Yayasan yang sekaligus seorang dosen menekankan bahwa sekolah seperti ini yang dibutuhkan Sulbar. Kombinasi sains, tahfidz, dan karakter.
“Kami dari akademisi siap membantu penguatan guru dan pengembangan kurikulum,” katanya.
Baca Juga:
Salah satu tokoh penggiat media sosial Darman Ardi., S.Sos mengapresiasi konsep integrasi kurikulum nasional dengan nilai-nilai Islam yang diterapkan sekolah.

Dalam acara tersebut, pihak sekolah juga memperkenalkan 3 program unggulan: Program Pendidikan akhlak dan karakter, Kelas Riset Sains, dan Leadership Camp untuk siswa kelas 7-9.
Kepala SMP IT Bahagia Buahati, Nurhidayah, berharap dukungan ini bisa mempercepat peningkatan mutu sekolah dan memperluas akses pendidikan berkualitas di wilayah Sulbar khususnya di wilayah tiga — Mambi, aralle dan sekitarnya.
“Kami membuka ruang kolaborasi untuk siapa saja yang ingin ikut memajukan pendidikan di Sekolah kami. Karena membangun sekolah itu butuh gotong royong,” tutupnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan penandatanganan komitmen dukungan oleh para tokoh yang hadir.



















