Cakrawala9.com, Majene — Kisah pengabdian tulus datang dari Desa Bonde, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene. Seorang wanita bernama Indo Daha secara sukarela mendedikasikan hidupnya untuk membersihkan dan merawat makam ulama besar, Syekh Muhammad Ali.
Aktivitas mulia ini ia lakukan demi menjaga amanah leluhur yang diwariskan secara turun-temurun.
Aksi tanpa pamrih Indo Daha ini mendapat perhatian khusus dari Lembaga Pendidikan Pemantauan dan Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (LP3KRI) Provinsi Sulawesi Barat. Mereka berharap pihak-pihak pengambil kebijakan untuk segera turun tangan memberikan perhatian nyata.
- Baca Juga: Aksi Heroik Perwira TNI AL, Lettu Nasruddin Turun Tangan Urai Macet Parah di Majene
- Baca Juga: Tercatat Dalam Desil 1 di Majene, Lansia 76 Tahun Belum Terima Bansos
“Kami sangat berharap kepada pemerintah daerah, khususnya Dinas Kebudayaan Kabupaten Majene, untuk memberikan pembinaan berkala serta alokasi honor atau insentif bulanan yang layak kepada Ibu Indo Daha sebagai juru kunci makam,” ujar Ketua LP3KRI Sulbar, Hasri. Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, situs sejarah dan religi seperti makam Syekh Muhammad Ali merupakan aset budaya penting daerah yang harus dijaga kelestariannya.
Pengorbanan juru kunci yang menjaga situs tersebut tanpa upah tetap sudah sepatutnya mendapatkan apresiasi finansial dan legalitas resmi dari pemerintah setempat.
Langkah pembinaan dan pemberian honor ini dinilai krusial agar warisan sejarah Islam di Sulawesi Barat tetap terjaga dengan baik, sekaligus menjamin kesejahteraan para penjaga nilai-nilai tradisi.















